Friday, January 04, 2013

Redha Allah

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞


Satu waktu, sudah lama sekali
Seseorang berkata dengan wajah sendu
“alangkah beratnya… alangkah banyak rintangan…
Alangkah berbilang sandungan.. alangkah rumitnya.”

Aku bertanya “lalu?”
Dia menatapku dalam-dalam, lalu menunduk
“apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini?”
“hanya kerana itu kau menyerah kawan?”
Aku bertanya meski tak begitu yakin apakah aku sanggup menghadapi selaksa badai ujian dalam ikhtiar seperti dialaminya
“yah… bagaimana lagi? Tidakkah semua hadangan ini petanda bahawa Allah tak meredhainya?”
Aku membersamainya menghela nafas panjang
Lalu bertanya, “andai Muhammad, Shallahllahu ‘Alaihi wa Sallam berfikir sebagaimana engkau menalar, kan adakah islam di muka bumi?”
“maksudmu akhi?”, ia terbelalak
“ya. Andai Muhammad berfikir bahawa banyak kesulitan bererti tak diredhai Allah, bukankah ia akan berhenti di awal-awal risalah?”
Ada banyak titik sepertimu saat ini, saat Muhammad bisa mempertimbangkan untuk menghentikan ikhtiar
Mungkin saat dalam rukuknya ia dijerat di bahagian leher
Mungkin saat ia sujud lalu kepalanya disiram isi perut unta
Mungkin saat ia bangkit dari duduk lalu dahinya disambar batu
Mungkin saat ia dikatai gila, penyair, dukun, dan tukang sihir
Mungkin saat ia dan keluarga diboikot total di syi’b Abi Thalib
Mungkin saat ia saksikan sahabat-sahabatnya di siksa di depan mata
Atau saat paman terkasih dan isteri tersayang berpulang
Atau justeru saat dunia ditawarkan padanya; takhta, harta, wanita…”
“jika Muhammad berfikir sebagaimana engkau menalar
Tidakkah ia punya banyak saat untuk memilih berhenti?
Tapi Muhammad tahu, kawan
Redha Allah tak terletak pada sulit atau mudahnya
Berat atau ringannya, bahagia atau deritanya
Senyum atau lukanya, tawa atau tangisnya”
“redha Allah terletak pada apakah kita menaati Nya dalam menghadapi semua itu
Apakah kita berjalan dengan menjaga perintah dan larangNya dalam semua keadaan dan ikhtiar yang kita lakukan.”
“maka selama di situ engkau berjalan bersemangatlah kawan…”

Source: Wanita Ikram WP


No comments:

Post a Comment

Komentar anda amat dihargai, terima kasih.