Sunday, December 12, 2010

Sedekah


(sumber gambar: http://kaospadusi.wordpress.com/)

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

Saya teringat kepada seorang sahabat karib saya semasa belajar di universiti dahulu. Mempunyai sahabat sepertinya membuatkan hidup saya terasa sangat lapang pada ketika itu. Ketika saya susah dan bersedih, dialah tempat saya berkongsi perasaan. Kami selalu ke surau bersama-sama, keluar makan bersama-sama dan selalu outing bersama. Namun dalam banyak sifat-sifat baiknya itu, saya paling terkesan kepada sifatnya yang amat pemurah. Jika makan di luar, belum sempat saya mahu membayar dia sudah keluarkan duitnya untuk belanja saya. Pendek kata, tangannya memang cepat kalau bab-bab beri sedekah.

Jika mendengar tentang ceramah berkenaan sedekah ni memang point ustaz-ustaz sama je iaitu untuk rajin bersedekah ni kita perlukan latihan. Kita perlu lawan rasa bakhil dalam diri dan rasa takut duit habis. Semua orang tahu amalan bersedekah itu mulia tetapi untuk mengamalkannya terasa berat jika kita jarang buat. Sebagai latihan, kita boleh sumbangkan sedikit duit ke dalam tabung setiap kali pergi ke masjid atau surau. InsyaAllah lama kelamaan memberi sedekah menjadi suatu kelaziman dalam diri sampaikan kita rasa macam tak best kalau tidak memberi sedekah. Ia bertukar menjadi suatu amalan yang memberi kepuasan andai dapat memberi dan sudah pasti memberi dengan rasa keseronokan tanpa paksaan itu adalah terbit dari buah keikhlasan.

Sikap suka memberi ni tak semestinya kita memberi sedekah dalam bentuk wang. Memberi senyuman yang manis juga sedekah. Ada seorang hamba Allah ni dia suka membeli dan mengumpul telekung solat. Telekung ni berbagai jenis sulam dan jenis kain. Sudah hampir penuh almari koleksi telekungnya. InsyaAllah suatu hari nanti saya akan memberitahu hamba Allah ni, alangkah banyaknya pahala jika satu atau dua pasang telekung ni diwakafkan di surau atau masjid. Jika dikumpul dan tak digunakan pun, tiada faedahnya.

Sebenarnya untuk bersedekah ni mudah sangat. Cuma kita kadang-kadang tidak terfikir. Semasa saya kecil-kecil dulu, kalau ada orang memberi coklat atau gula-gula kepada saya, rasa bukan main seronok lagi. Cubalah suatu hari kita membeli sedikit makanan dan air dan kemudian kita berikan kepada kanak-kanak yang sedang bermain di tepi jalan. Tentu seronok kanak-kanak tersebut kerana mereka tentunya kelaparan dan dahaga selepas letih bermain. Alhamdulillah andai ramai yang berlumba menjadi kaya raya dan kemudian sentiasa bersedekah. Alkisah ada seorang hamba Allah yang kaya (businessman) di kampung saya. Keluarganya selalu membuat jamuan makan dan mengundang penduduk kampung. Penduduk kampung merasa kenyang dan tentunya akan mendoakan kesejahteraan buat orang kaya tersebut. Penduduk kampung pun selalu mendapat sumbangan daripada orang kaya untuk memajukan surau, membeli jersi bola untuk remaja-remaja di kampung dan lain-lain sumbangan lagi. Bagusnya ada orang kaya yang begini namun tidak bermakna kita yang tidak kaya ini tidak perlu bersedekah. Yang penting ialah keikhlasan kerana Allah menilai dari niat dan keikhlasan hati kita. Wallahu'alam.

Hadith berkenaan kelebihan bersedekah (source):

Dari Amru bin Auf r.a katanya Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya sedekah seseorang Islam itu memanjangkan umur dan mencegah daripada mati dalam keadaan teruk dan Allah SWT pula menghapuskan dengan sedekah itu sikap sombong, takbur dan membanggakan diri (dari pemberiannya)" (HR Bukhari).


Huraian:
1. Selain daripada sedekah wajib iaitu zakat harta, zakat fitrah dan sebagainya, umat Islam umumnya digalakkan memberi sedekah sunat sebagai tanda bersyukur dengan segala nikmat yang dikurniakan oleh Allah SWT.

2. Setiap pemberian sedekah akan diberikan ganjaran pahala sekiranya dilakukan dengan ikhlas kerana Allah semata-mata. Bahkan fadhilat atau kelebihan bersedekah adalah meliputi dunia dan akhirat.

3. Faedah sedekah di dunia adalah seperti seseorang itu akan dimurahkan rezekinya oleh Allah, terhindar daripada bala bencana, dipanjangkan umur, mencegah daripada kematian yang buruk di mana orang yang selalu bersedekah akan dilindungi daripada ditimpa kemalangan yang menyebabkan kematian dalam keadaan yang ngeri atau mati dalam keadaan tidak beriman (su’ul khatimah) kerana sedekah itu sebenarnya membawa rahmat di samping menghapuskan sifat sombong, takbur dan menunjuk-nunjuk dengan pemberiannya.

4. Manakala faedahnya di akhirat pula ialah seseorang itu akan mendapat naungan daripada panas terik di padang Mahsyar dan mendapat pendinding daripada api neraka.

Monday, December 06, 2010

Bayangan api neraka

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞



When first erupted from a volcanic vent, lava is a liquid at temperatures from 700 °C to 1,200 °C (1,300 °F to 2,200 °F). Up to 100,000 times as viscous as water, lava can flow great distances before cooling and solidifying because of its thixotropic and shear thinning properties-Source:Wiki


Tiada kulit yang kebal....

Sesungguhnya orang-orang yang kufur ingkar kepada ayat-ayat keterangan Kami, Kami akan membakar mereka dalam api neraka. Tiap-tiap kali kulit mereka masak hangus, Kami gantikan untuk mereka kulit yang lain supaya mereka dapat merasa azab sengsara itu. Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah adalah Maha Kuasa, Lagi Maha Bijaksana. (Surah An-Nisaa’, 4: Ayat 56)


Dan sesungguhnya Kami (Allah) telah menghiasi langit dunia (yang dekat) dengan bintang-bintang dan Kami (Allah) jadikannya pelempar syaitan, dan Kami (Allah) sediakan bagi mereka azab yang menyala-nyala (67:5).



Dan bagi orang yang kafir kepada Rab (Tuhan) mereka, adalah azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (67:6)

Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara yang mengerikan, dan ia menggelegak.(67:7)



Hampir-hampir terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan, penjaga-penjaganya bertanya kepada mereka: "Apakah tidak datang kepada kamu seorang pemberi peringatan (di dunia)?" (67:8)



Mereka menjawab: "Benar ada, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan dan kami katakan: Allah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar.” (67:9)



Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan) nescaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” (67:10)

Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. (67:11)



Sesungguhnya orang yang takut kepada Rab (Tuhan)nya dengan ghaib, bagi mereka keampunan dan pahala yang besar. (67:12)


p/s: Jika terasa ingin melakukan maksiat...bayangkanlah kedasyatan api neraka..semoga kita terselamat darinya.

Monday, November 22, 2010

Karena Madrasah Pertama itu Bernama Wanita

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

source: http://www.pks-jaksel.or.id/Article1161.html


Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.(QS An-Nisa 4:9)


Pendidikan anak sangat disarankan dimulai sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan. Ketika sang ibu rajin beribadah, insya Allah, kelak janin yang dikandungnya akan menjadi ahli ibadah. Ketika sang ibu rajin membaca Al Qur’an, insya Allah, kelak anak yang dilahirkannyanya pun akan mencintai Al Qur’an. Ketika sang ibu sangat berhati-hati menjaga dirinya dari hal-hal yang diharamkan, insya Allah, kelak anaknya pun akan menjadi hamba-Nya yang ikhsan.

Betapa besarnya peranan seorang wanita dalam mencetak generasi robbani. Sebagaimana visi pernikahannya untuk menjadikan rumah tangga sebagai lahan tumbuhnya generasi yang akan menegakkan panji islam. Generasi yang tumbuh dalam rumah tangga yang menjadi pusat kaderisasi terbaik.

Ketika sang anak hadir ke dunia, sebuah tugas sangat berat telah diemban di pundak seorang ibu. Tugas mendidiknya, membekalinya dengan life-skill, agar kelak anaknya siap terjun ke dunia yang berubah dengan cepatnya setiap hari. Sepuluh atau 15 tahun lagi, akan sangat berbeda kondisinya dengan masa kini.

Ketika sang anak mulai banyak bertanya, “Ini apa?”, “Itu apa?”, ”Kenapa begini?”, Kenapa begitu?”, seorang ibu dituntut untuk dapat memberikan jawaban yang terbaik. Jawaban yang tidak mematikan rasa ingin tahu anak, bahkan sebaliknya, jawaban yang membuat anak semakin terpacu untuk belajar.

Masa yang penting ini, yang disebut golden-age, masa di mana anak sangat mudah menyerap segala informasi, belajar tentang segala sesuatu. Dan ibu adalah orang yang terdekat dengan anak, yang lebih sering berinteraksi dengan anak. Menjadilah ibu sebagai sumber ilmu, pendidik pertama bagi anak-anak, yang menanamkan pondasi awal dan utama bagi generasi yang akan menjadi pemimpin masa depan ini.

Ketika anak mulai memasuki dunia sekolah, tugas ibu tak lantas menjadi tergantikan oleh sekolah. Bahkan sang ibu dituntut untuk dapat mengimbangi apa yang diajarkan di sekolah.

Peran yang demikian strategis ini, menuntut wanita untuk membekali dirinya dengan ilmu yang memadai. Maka, wanita harus terus bergerak meningkatkan kualitas dirinya. Karena, untuk mencetak generasi yang berkualitas, dibutuhkan pendidik yang berkualitas pula. Hal itu berarti, seorang wanitia tidak boleh berhenti belajar.

Anis Matta pernah mengatakan, bahwa seorang wanita itu memiliki potensi yang sangat besar, namun sayangnya, ketika ia menikah, maka potensi itu seolah-olah lenyap, menyisakan dua kata, suami dan anak. Padahal, belajar itu proses seumur hidup, long life education. Itulah yang dipesankan oleh Rasulullah dalam haditsnya “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat”.

Artinya, tidak lantas ketika seorang muslimah menikah, maka kesempatan menuntut ilmunya berhenti sampai di situ, dikarenakan waktu dan tenaganya habis untuk mengurus suami dan anak. Artinya, dengan atau tanpa dukungan dan fasilitas dari suami, seorang wanita harus kreatif mencipta cara untuk terus mencari ilmu, untuk meningkatkan kualitas dirinya.

wanita

adalah lembaga pendidikan

bila dipersiapkan

darinya akan lahir pemuda-pemuda berjiwa mulia


Duhai ukhti muslimah, teruslah mencari ilmu, bekali dirimu dengan ilmu. Ilmu yang dapat meluruskan akidah, menshahihkan ibadah, membaguskan akhlaq, meluaskan tsaqofah, membuat mandiri, tidak bergantung pada orang lain sekaligus bermanfaat bagi orang lain.

Teladanilah wanita Anshar yang tidak malu bertanya tentang masalah agama. Teladanilah para sahabiyah yang bahkan meminta kepada Rasulullah untuk diberikan kesempatan di hari tertentu khusus untuk mengajari mereka. Sehingga, akan bermunculan kembali Aisyah-Aisyah yang mempunyai pemahaman yang luas dan mendalam tentang agamanya.

Duhai ukhti muslimah, didik putra-putrimu agar mengenal Allah dan taat pada-Nya, agar gemar membaca dan menghapal kalam-Nya. Ajarkan mereka mencintai Rasulullah dan meneladani beliau. Bekali dengan akhlak imani, mencintai sesama, menghormati yang tua dan menyayangi yang muda. Sehingga akan bermunculan kembali Khonsa-Khonsa yang mencetak para syuhada.

Didik putra-putri

Sebagai amanah Ilahi

Bekali akhlak imani

Jadikan mukmin sejati


(Suara Persaudaraan – Dialog Dua Hati)

Wallahu'alam bish showab. (dian)

Sunday, November 07, 2010

Hadith ke 13


۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

Bersabda Nabi SAW: “ Tidak sempurna iman seseorang kamu, sehinggalah ia mengasihi saudaranya sama seperti ia mengasihi dirinya sendiri.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)


Seorang ukhti membacakan hadith ini. Hadith arbain yang ke 13. Kita selalu mendengar hadith ini, sangat femes tapi adakah kita pernah selama kita hidup ini kita betul-betul atau bersungguh-sungguh mempraktikkan hadith ini? Atau sekadar angin lalu, masuk ikut telinga kanan keluar ikut telinga kiri. Iaitu menyayangi sahabat/saudara/akhwat kita sama seperti kita menyayangi diri kita sendiri. Saya cuba menghayati seketika, betapa tidak sempurna lagi iman diriku ini lantaran hadith ini ternyata masih 'jauh panggang dari api' dari segi praktikalnya. Kadang-kadang, kita biarkan saja sahabat kita ditimpa kesusahan dan mehnah tanpa kita menghulurkan bantuan setakat yang termampu. Dalam minda, mungkin kita fikir, ermmm nanti pandai la tu dia selesaikan masalah. Tapi sebenarnya andai kita membuka mulut untuk berkata, "May i hep you?" tentu sahabat kita tadi lebih berbesar hati dan gembira. Ukhuwwah akan bertambah erat. Atau juga kita sering melihat sahabat kita ni, selalu outing sorang-sorang membeli barang keperluan. Tapi bila suatu hari kita offer "Nak saya temankan awak tak?" kerana kita sayangkan dia dan risaukan keselamatannya, tentu dia sangat-sangat menghargai.

Tambah seorang ukhti, Kak S yang jauh lebih makan garam dulu dari kami, justeru tidak sempurnanya iman kita, rapuhnya ukhuwwah kita, maka ummat islam sekarang menjadi lemah. Tidak seperti kaum Muhajirin dan Ansar dahulu. Mereka suatu ketika dahulu, apabila mendengar saja hadith nabi, mereka betul-betul mengamalkannya sebab itu mereka kuat dan boleh membina daulah islam. Saya sangat setuju dengan kak S. Jika banyak lagi hadith atau sunnah nabi masih lagi kita tidak praktikkan dengan betul-betul, nampaknya kita hanya bermimpi di siang hari untuk melihat hukum islam ditegakkan di atas bumi yang serba mencabar hari ini. Kekuatan kita ummat islam adalah bergantung kepada sejauh mana kita berpegang teguh kepada ajaran Al-Quran dan sunnah.

Untuk lebih menambah kefahaman hadith arbain ke 13 ini, Kak S memberikan contoh dalam masalah poligami. Sejauh mana seorang wanita yang bergelar isteri memberi kebenaran kepada suaminya untuk menikahi sahabatnya yang mungkin sudah berusia tapi belum ada jodoh untuk bernikah. Siapa akhwat yang sanggup bermadu dengan akhwat yang lain? Sanggupkah kita lantaran kasihnya kita kepada akhwat di luar sana yang masih ramai belum disunting oleh ikhwah? Ramai wanita yang tidak sanggup bukan? Kerana perasaan kita yang tamak kepada kasih sayang suami lalu tidak rela berkongsi kasih dengan sahabat sendiri. Saya tidak mahu mengulas panjang pasal poligami ini kerana bimbang andai saya ini seperti yang dinukilkan dalam surah As-soff:2-3. Cuma saya mahu mengajak kita berfikir dan menghayati hadith yang ke 13. Andai jiwa kita benar-benar bersih, tidak mustahil kita mampu lakukan...tepuk dada tanyalah iman masing-masing. Diri saya sendiri masih perlu melalui proses 'tazkiyatun nafs' yang sangat2...

Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu memperkatakan apa yang kamu tidak melakukannya! Amat besar kebenciannya di sisi Allah kamu memperkatakan sesuatu yang kamu tidak melakukannya.As-soff:2-3

Wednesday, November 03, 2010

Kita hamba-Nya walau di mana...

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

Tidak kira walau di mana kita berada, biar dalam keadaan sukar macam mana sekalipun, LAKUKAN SOLAT...tunaikan kewajipan sebagai seorang hamba.






Keterangan Gambar: Penyokong The Red Warriors solat berjemaah di Stadium Bukit Jalil semasa perlawanan akhir Piala Malaysia 2010. Semoga menjadi contoh kepada generasi muda.

kredit to: http://comeybelako.blogspot.com

Sunday, October 24, 2010

Jaga iman kita

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu memperkatakan apa yang kamu tidak melakukannya! Amat besar kebenciannya di sisi Allah kamu memperkatakan sesuatu yang kamu tidak melakukannya. (As-Soff:2-3)


Kadang-kadang kita bercakap berapi-api semasa memberi ceramah, taklim, tazkirah, taujih atau pengisian dalam usrah. Kita mahu mad'u faham dan seronok mendengar pengisian kita agar mad'u jatuh cinta dengan tarbiyah. Namun ayat di atas dalam surah As-Soff memberi peringatan yang besar dalam diri ini bahawa jangan sedap dan tahu cakap saja tapi kita sendiri tidak buat! Allah benci atau tidak suka kepada orang yang jenis begini. Kita sendiri pun tidak akan suka kepada sikap sesetengah orang yang cakapnya banyak, tapi kerjanya tidak ada.

Tidaklah benar iman seseorang, hingga hatinya menjadi benar. Dan tidaklah benar hati seseorang, hingga benar lisannya (Hadith Riwayat Imam Ahmad)


Iman dan amal itu sangat berkait rapat. Untuk membuat sesuatu kebaikan biar sekecil apapun akan payah jika iman kita merundum jatuh. Iman perlu dijaga dan dibaja selalu agar kita akan istiqamah dalam melakukan amal kebaikan. Jika iman kita di tahap yang mantap atau oghe kelate kata 'kemah', biar ujian sebesar apapun yang datang menerjah insyaAllah kita bisa menghadapinya dengan tenang. Ibarat sepohon pokok, ia bukan saja perlu dibaja, disiram air dan mendapat cahaya yang cukup untuk tumbuh subur, tapi pastikan anasir parasit seperti kulat, serangga perosak, bakteria atau virus dinyahkan dari pokok. Ada jenis manusia yang bersifat seperti parasit. Teman yang bersifat seperti parasit inilah yang membuka jalan kepada kita untuk melakukan kemaksiatan. Jika jalan maksiat itu sukar, ia mudahkan. Saya ingin memberikan contoh dalam masalah 'couple' misalnya. Andai anda seorang gadis menerima sms daripada seorang lelaki untuk berkenalan bagi tujuan memulakan sebuah perhubungan cinta yang tidak halal, seorang teman yang baik akan menasihati anda untuk tidak melayan sms tersebut. Namun, jika teman anda itu seorang yang mengingkari perintah Allah, dia akan memujuk anda untuk menerima cinta palsu lelaki tersebut. Kerana itu berhati-hatilah memilih teman kerana ia bisa merosakkan iman kita. Sesungguhnya teman yang baik ialah teman yang mendekatkan diri kita dengan Allah. Alangkah indahnya hidup ini jika diri kita dikelilingi oleh teman yang sangat mencintai Allah. Di saat kita jatuh, dialah menarik kita untuk kembali mencari cinta Allah!

Sebelum melabuhkan tirai, saya ingin kongsikan status seorang teman di FB. Ringkas tapi penuh makna.

Jangan berani minta kemenangan andai kalian masih
1) Solat di akhir waktu
2) Lebih suka solat bersendirian dari solat berjemaah
3) Subuh terkandas....


Semoga bermanfaat..

Monday, October 11, 2010

Tarbiyah-Seni Halus


۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

"Kalau boleh, mulakan usrah cepat ye, sebab student dah nak exam, nanti saya bagi silibus. Lepas tu murobbiyah dan anak usrah mesti ada buku x dan tafsir y. Harganya rm50", kata seseorang kepada saya. Selang beberapa hari saya menerima silibus tersebut. Saya tak perah lihat silibus tersebut sebelum ini, bagus macam buku teks sekolah. namun, saya tidak menggunakan silibus tersebut juga tidak membeli buku dan tafsir yg disyorkan. Sebagai permulaan saya ingin memesrakan anak-anak usrah dengan al-Quran terlebih dahulu supaya hati mereka lunak dan tersentuh dengan kalam Allah. InsyaAllah.

Tarbiyah itu bukanlah dengan menghabiskan silibus usrah semata. Tarbiyah itu suatu proses yang panjang dan memakan masa yang lama secara berperingkat. Manusia bukannya robot. Al-Quran juga diturunkan secara berperingkat-peringkat agar umat islam pada masa itu dapat mempraktikkan ajaran islam dengan teratur. Untuk mentarbiyah seseorang juga kita perlu mempunyai seni, perasaan yang halus justeru jiwa kita juga perlu diperhalusi dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Bagaimana kita ingin memindahkan roh tarbiyah yang kita rasa kepada mad'u supaya mereka turut merasakannya juga hingga akhirnya mad'u sedar akan tanggugjawab dirinya seorang muslim untuk berdakwah. Kedengaran seperti sukar namun mintalah pertolongan dari Allah kerana yang memberi kekuatan kepada kita ialah Allah. IsyaAllah, Dia akan memampukan kita. Kita yakin secara bulat bahawa Allah lah sebagai Pelindung, Penguasa dan Pemimpin diri kita. Saya juga tidak setuju jika usrah itu hanya memakai buku-buku dan tafsir-tafsir tertentu. Dengan menggunakan buku dan tafsir yang pelbagai seperti tafsir Hamka, Ibnu Katsir, Sya'rawi da Fi zilal, kita boleh melihat sesuatu perkara dari perspektif yang berbeza. Bukalah hati kepada sumer2 ilmu yang luas agar minda kita juga luas seperti Ulama tersohor Dr.Yusof Al-Qaradhawi misalnya :).

Friday, September 17, 2010

Apabila Tuanku Sultan Mengangkat Ulama Ditempat Sepatutnya...

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

Semoga negeri Kelantan bertambah makmur di bawah pimpinan Sultan Muhammad Faris Petra aminn..


Photo 1: Tuanku Faris berada dihadapan sebelah kanan Tuan Guru Menteri Besar ketika para makmum mula bersalaman dengan Tuanku dan para pimpinan Kerajaan Negeri Kelantan sebaik selesai solat sunat selepas solat Jumaat...


Photo 2: Menyedari Tuan Guru Menteri Besar berada agak terkebelakang, dengan segera Tuanku Faris memanggil Tuan Guru Menteri Besar agar bersama dengan Baginda dihadapan agar mudah para makmum bersalaman dengan mereka... "Tok Guru mari dok sebeloh kito sini", kata Tuanku Faris kepada Tuan Guru Menteri Besar...

*Tuan Guru pada mulanya memberi laluan kepada Tuanku Faris kerana menghormati Baginda Sultan.


Photo 3: Tuanku Faris memberikan laluan kepada Tuan Guru Menteri Besar supaya berada bersama Baginda di hadapan...


Photo 4: "Sebeloh ni Tok Guru", kata Tuanku Faris kepada Tuan Guru Menteri Besar sambil Baginda Tuanku Faris dan yang lainnya mempersilakan Tuan Guru kehadapan...


Photo 5: Gabungan 3 posisi penting dalam pentadbiran Negeri Kelantan...

Gabungan terbaik yang wajib dijadikan contoh di Negara Malaysia... Sultan yang berjiwa rakyat & mementingkan agama dalam urusan harian dan juga Ulama yang menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai rujukan dalam pentadbiran Negeri dan kehidupan harian...


Photo 6: Para makmum beratur mengikut giliran untuk beramah mesra dengan 3 orang penting dalam Negeri Kelantan...

*credit to facebooker Topeng Perak Unmasked

Friday, September 03, 2010

Cinta rumahtangga


۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

Hadis dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda :

“Sesiapa pun tidak akan merasakan manisnya iman, sehingga ia mencintai seseorang hanya kerana Allah semata.” (HR. Bukhari).

Satu sms masuk ke inbox hp saya. Dari seorang teman yang berada di sebuah perkampungan yang jauh. Suatu ketika dulu, di masa remaja kami akrab. Sampai satu ketika, apabila saya menjejakkan kaki ke menara gading, dia memilih untuk tidak melanjutkan pelajaran. Dia tidak mengenal dunia tarbiyah seperti saya. Tidak tahu apa itu usrah. Dia sering menghantar pesanan ringkas kepada saya dan kebanyakkannya berbaur kesedihan yang menggambarkan ketidaksejahteraan rumahtangganya. Sebagai seorang teman, saya cuba memberi masukan secara santai yang mungkin. Ternyata pada saya lebih mudah memberikan nasihat kepada seorang ukhti yang memahami tarbiyah berbanding memberi nasihat kepada sahabat yang tiada fikrah. Namun itulah dakwah yang sebenarnya..ia tidak mengira kepada siapa asalkan kita ingin mendekatkan seorang hamba Allah itu kepada Penciptanya. Seseorang yang tidak tahu apa tujuan hidupnya akan sesat di perjalanan dan harus dibimbing ke jalan yang benar. Itu baru dakwah kepada seorang sahabat. Bagaimana pula untuk berdakwah kepada adik beradik, saudara mara, rakan sekerja, ibu bapa dan non muslim? Oh terasa sungguh berat, bagaikan terkunci mulut ini. Namun keberatan itu akan menjadi mudah andai kita selalu menjaga hubungan 'cinta' dengan Allah...insyaAllah.

Berjuanglah kamu samaada ringan atau berat dan berkorbanlah dengan harta dan jiwa kamu di jalan Allah yang sedemikian itu adalah terlebih baik (kemenangan ) bagi kamu jika sekiranya kamu mengerti. (At-taubah:41)


Adakah rumahtangga saya bahagia? Tanya sahabat saya itu lagi. Hati saya tersenyum kerana mengenangkan usia perkahwinan mereka masih agak baru. Saya bersyukur dengan apa yang saya miliki sekarang. Jika pernikahan kita dibina dengan asas keimanan kepada Allah, insyaAllah masalah-masalah yang timbul dalam rumahtangga itu hanyalah masalah yang dilihat sebagai kecil sahaja jika mahu dibandingkan dengan masalah dalam dakwah. Namun bukan itu jawapan yang saya berikan kepadanya :). Jiwa ini harus sentiasa dididik untuk redha dan bersyukur. Kadang-kadang kita selalu mengandaikan apabila kita memperolehi kesenangan dari segi wang dan material maka barulah kita akan mengecap bahagia. Itulah yang selalu dikejar oleh kebanyakan orang. Malah ibu bapa sibuk bekerja keras di siang hari adakalanya sampai ke malam untuk memberi kesenangan kepada anak-anak. Namun mereka semakin buntu apabila dunia ini semakin dikejar, kebahagiaan yang dicari itu tidak muncul-muncul. Wang dan harta yang banyak bukanlah jaminan untuk bahagia. Lihat saja rumahtangga Putera Charles dan Princess Diana yang suatu ketika dulu musnah kerana tidak menemui kebahagiaan sedangkan mereka hidup dalam limpahan kemewahan. Begitu juga pernikahan orang-orang kenamaan yang selalunya nikah-cerai beberapa kali.

Miskin harta masih tidak mengapa namun janganlah kita miskin hati. Miskin harta kita boleh berusaha bekerja untuk menampung keperluan hidup namun jika miskin hati, kita akan terpedaya dengan kepalsuan dunia yang boleh menghantarkan kita ke api neraka. Na'uzubillahi minzalik. Jagalah Allah nescaya Allah akan menjaga rumahtanggamu :). Bukan saya ingin mengata artis, tetapi ingin kita mengambil iktibar. Ramai artis yang mengaku tidak menjaga solat maka tidak mustahillah jika kita selalu mendengar cerita-ceriti perceraian rumahtangga mereka. Jika kita benar sayang pada Allah, cinta pada Allah maka tunjukkan buktinya. Cinta memerlukan pembuktian. Jika kita mencintai suami, kita perlu buktikan cinta itu dengan menjaga makan minumnya, memelihara kesihatannya, menjaga maruah dan hartanyanya dan lain-lain. Andai berani mulut kita mengaku cinta kepada Allah maka ikutlah perintah-Nya dan jauhilah larangan-Nya. Jika tidak, pengakuan cinta itu hanyalah dusta semata. Marilah kita membuktikan cinta kita kepada Allah swt yang telah menjadikan kita makhluk-Nya dengan rasa cinta juga. Semoga kita semua mendapat rahmat dari Ilahi, wassalam.

Nota kaki: 1)Semoga saya dan kita semua istiqamah di jalan yang Allah redha.
2)Minta sahabat doakan keistiqamahan saya di atas jalan tarbiyah. Syukran.