Saturday, March 26, 2011

Solusi cara sunnah


۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

Anak Nakal, Bagaimana Mengatasinya? (3/3): Beberapa Contoh Cara Mendidik Anak yang Nakal

Beberapa contoh cara mendidik anak yang nakal

Syariat Islam yang agung mengajarkan kepada umatnya beberapa cara pendidikan bagi anak yang bisa ditempuh untuk meluruskan penyimpangan akhlaknya. Di antara cara-cara tersebut adalah:

Pertama, teguran dan nasihat yang baik

Ini termasuk metode pendidikan yang sangat baik dan bermanfaat untuk meluruskan kesalahan anak. Metode ini sering dipraktikkan langsung oleh pendidik terbesar bagi umat ini, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, misalnya ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang anak kecil yang ketika sedang makan menjulurkan tangannya ke berbagai sisi nampan makanan, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (sebelum makan), dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah (makanan) yang ada di hadapanmu.“[1]

Serta dalam hadits yang terkenal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada anak paman beliau, Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, “Wahai anak kecil, sesungguhnya aku ingin mengajarkan beberapa kalimat (nasihat) kepadamu: jagalah (batasan-batasan/ syariat) Allah maka Dia akan menjagamu, jagalah (batasan-batasan/ syariat) Allah maka kamu akan mendapati-Nya dihadapanmu.”[2]

Kedua, menggantung tongkat atau alat pemukul lainnya di dinding rumah

Ini bertujuan untuk mendidik anak-anak agar mereka takut melakukan hal-hal yang tercela.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan ini dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Gantungkanlah cambuk (alat pemukul) di tempat yang terlihat oleh penghuni rumah, karena itu merupakan pendidikan bagi mereka.”[3]

Bukanlah maksud hadits ini agar orangtua sering memukul anggota keluarganya, tapi maksudnya adalah sekadar membuat anggota keluarga takut terhadap ancaman tersebut, sehingga mereka meninggalkan perbuatan buruk dan tercela.[4]

Imam Ibnul Anbari berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memaksudkan dengan perintah untuk menggantungkan cambuk (alat pemukul) untuk memukul, karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan hal itu kepada seorang pun. Akan tetapi, yang beliau maksud adalah agar hal itu menjadi pendidikan bagi mereka.”[5]

Masih banyak cara pendidikan bagi anak yang dicontohkan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu[6] menyebutkan beberapa di antaranya, seperti: menampakkan muka masam untuk menunjukkan ketidaksukaan, mencela atau menegur dengan suara keras, berpaling atau tidak menegur dalam jangka waktu tertentu, memberi hukuman ringan yang tidak melanggar syariat, dan lain-lain.

Bolehkah memukul anak yang nakal untuk mendidiknya?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perintahkanlah kepada anak-anakmu untuk (melaksanakan) shalat (lima waktu) sewaktu mereka berumur tujuh tahun, pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat (lima waktu) jika mereka (telah) berumur sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.“[7]

Hadits ini menunjukkan bolehnya memukul anak untuk mendidik mereka jika mereka melakukan perbuatan yang melanggar syariat, jika anak tersebut telah mencapai usia yang memungkinkannya bisa menerima pukulan dan mengambil pelajaran darinya –dan ini biasanya di usia sepuluh tahun. Dengan syarat, pukulan tersebut tidak terlalu keras dan tidak pada wajah.[8]

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin ketika ditanya, “Bolehkah menghukum anak yang melakukan kesalahan dengan memukulnya atau meletakkan sesuatu yang pahit atau pedis di mulutnya, seperti cabai/ lombok?”, beliau menjawab, “Adapun mendidik (menghukum) anak dengan memukulnya, maka ini diperbolehkan (dalam agama Islam) jika anak tersebut telah mencapai usia yang memungkinkannya untuk mengambil pelajaran dari pukulan tersebut, dan ini biasanya di usia sepuluh tahun.

Adapun memberikan sesuatu yang pedis (di mulutnya) maka ini tidak boleh, karena ini bisa jadi mempengaruhinya (mencelakakannya)…. Berbeda dengan pukulan yang dilakukan pada badan maka ini tidak mengapa (dilakukan) jika anak tersebut bisa mengambil pelajaran darinya, dan (tentu saja) pukulan tersebut tidak terlalu keras.

Untuk anak yang berusia kurang dari sepuluh tahun, hendaknya dilihat (kondisinya), karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya membolehkan untuk memukul anak (berusia) sepuluh tahun karena meninggalkan shalat. Maka, yang berumur kurang dari sepuluh tahun hendaknya dilihat (kondisinya). Terkadang, seorang anak kecil yang belum mencapai usia sepuluh tahun memiliki pemahaman (yang baik), kecerdasan dan tubuh yang besar (kuat) sehingga bisa menerima pukulan, celaan, dan pelajaran darinya (maka anak seperti ini boleh dipukul), dan terkadang ada anak kecil yang tidak seperti itu (maka anak seperti ini tidak boleh dipukul).”[9]

Cara-cara menghukum anak yang tidak dibenarkan dalam Islam[10]

Di antara cara tersebut adalah:

1. Memukul wajah

Ini dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau, yang artinya, “Jika salah seorang dari kalian memukul, maka hendaknya dia menjauhi (memukul) wajah.”[11]

2. Memukul yang terlalu keras sehingga berbekas

Ini juga dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih.[12]

3. Memukul dalam keadaan sangat marah

Ini juga dilarang karena dikhawatirkan lepas kontrol sehingga memukul secara berlebihan.

Dari Abu Mas’ud al-Badri, dia berkata, “(Suatu hari) aku memukul budakku (yang masih kecil) dengan cemeti, maka aku mendengar suara (teguran) dari belakangku, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Akan tetapi, aku tidak mengenali suara tersebut karena kemarahan (yang sangat). Ketika pemilik suara itu mendekat dariku, maka ternyata dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau yang berkata, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Maka aku pun melempar cemeti dari tanganku, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Sesungguhnya Allah lebih mampu untuk (menyiksa) kamu daripada kamu terhadap budak ini,’ maka aku pun berkata, ‘Aku tidak akan memukul budak selamanya setelah (hari) ini.‘”[13]

4. Bersikap terlalu keras dan kasar

Sikap ini jelas bertentangan dengan sifat lemah lembut yang merupakan sebab datangnya kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang terhalang dari (sifat) lemah lembut, maka (sungguh) dia akan terhalang dari (mendapat) kebaikan.”[14]

5. Menampakkan kemarahan yang sangat

Ini juga dilarang karena bertentangan dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bukanlah orang yang kuat itu (diukur) dengan (kekuatan) bergulat (berkelahi), tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.“[15]

Penutup

Demikianlah bimbingan yang mulia dalam syariat Islam tentang cara mengatasi penyimpangan akhlak pada anak, dan tentu saja taufik untuk mencapai keberhasilan dalam amalan mulia ini ada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, banyak berdoa dan memohon kepada-Nya merupakan faktor penentu yang paling utama dalam hal ini.

Akhirnya, kami akhiri tulisan ini dengan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna, agar dia senantiasa menganugerahkan kepada kita taufik-Nya untuk memahami dan mengamalkan petunjuk-Nya dalam mendidik dan membina keluarga kita, untuk kebaikan hidup kita semua di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Kota Kendari, 9 Dzulhijjah 1431 H,

Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim, M.A

source: Artikel www.manisnyaiman.com

Tuesday, March 08, 2011

Sabar menghadapi ujian

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

Kita sentiasa diuji..kuatkan kesabaran insyaAllah ada jalan keluar..doa amalan sewaktu ditimpa ujian..surah al-Baqarah ayat 250:



Terjemahan:

Dan apabila mereka (yang beriman itu) keluar menentang Jalut dan tenteranya, mereka berdo`a dengan berkata: "Wahai Tuhan kami! Limpahkanlah sabar kepada kami, dan teguhkanlah tapak pendirian kami, serta menangkanlah kami terhadap kaum yang kafir".


Wednesday, March 02, 2011

"Era Gadaffi sudah berakhir" - Al-Qarni


۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

Rezim diktator sering menggunakan fatwa para ulama sebagai tameng untuk berlindung dari tuntutan terhadap kezalimannya, khususnya dalam kondisi terdesak. Meskipun kelakuan mereka sehari-harinya dikenal kurang dekat dengan agama, bahkan tidak jarang mereka justeru memusuhi para ulama dan dai.

Syekh Aidh Al-Qarni, salah seorang da'i Arab Saudi dan pengarang kitab best seller 'Laa Tahzan' sebagaimana diberitakan oleh harian elektronik Sabq mengatakan bahwa dirinya beberapa waktu lalu menerima telepon dari salah seorang putera Qadafi; Saidi Qadafi yang memintanya untuk mengecam demonstrasi yang hari-hari ini sedang marak di Libiya menuntut rezim sang bapak lengser.

Syekh Al-Qarni menuturkan bahwa Saidi berkata kepadanya dalam pembicaraan telepon, "Ya Syekh, anda sudah berkunjung ke Libiya pada tahun lalu, kami menginginkan pandangan anda tentang kejadian ini."

Beliau menambahkan, "Saya tangkap dari pembicaraannya bahwa tampaknya dia menginginkan saya ikut mengecam demonstrasi dan aksi massa sebagaimana sikap bapaknya. Maka dengan tegas saya katakan kepada Saidi, 'Bertakwalah kalian kepada Allah atas tumpahnya darah warga Libiya. Jauhkan senjata kalian dari warga Libiya yang muslim. Kalian telah membunuh orang-orang yang berhak mendapatkan keamanan. Tinggalkan kezaliman terhadap rakyat Libiya."

Al-Qarni mengatakan kepada Sabq, "Saidi Qadafi menelpon pada hari Sabtu lalu. Dia mengulang-ulang perkataan bapaknya bahwa mereka (para demonstran) adalah pengkhianat dan antek asing!" Maka saya katakan kepadanya, "Sebelum kalian, perkataan serupa juga sudah dikatakan oleh Ben Ali di Tunisia dan Mubarak di Mesir, akan tetapi itu semua tidak bermanfaat bagi mereka. Maka saya katakan kepadanya, 'Ucapan tersebut tidak akan digubris seorang pun wahai Saidi. Kalian harus keluar dari berbagai tuduhan. Kalian telah membunuh warga kalian di depan mata dunia sekarang ini."

Beliau juga menambahkan, "Ketika berkunjung ke Libiya Ramadan tahun lalu, saya melihat pemandangan yang kontras. Dulunya saya kira Libiya, negara yang berenang di lautan minyak dan gas, adalah negara maju, infrastrukturnya moderen dan rakyatnya kaya raya. Akan tetapi yang saya dapatkan adalah pemandangan ironis; kefakiran, infrastruktur yang minim dan masyarakat sangat kekurangan."

Mengenai jawaban Saidi terhadap pernyataannya, Syekh Al-Qarni berkata, "Dia hanya berkata, syukran… syukran ya syaikh, seakan pembicaraan saya seperti itu tidak memuaskan baginya.

Syekh Al-Qarni menguatkan bahwa kebiasaan para penguasa tiran adalah menuduh rakyat yang mengkritisinya atau menuntut hak-hak mereka sebagai tindakan penyusupan, dan bahwa mereka adalah antek serta pengkhianat. Tuduhan-tuduhan seperti itu kita tidak akan ada lagi yang menggubrisnya, rakyat sudah tidak percaya siapapun.

Al-Qarni juga memberi kabar gembira kepada kaum muslimin bahwa era Qadafi sudah berakhir. "Saya memperkirakan dari suara anaknya dan dari apa yang saya lihat sekarang atau yang saya dengar dari media masa bahwa Qadafi sedang menghadapi saat-saat terakhir. Dia akan melakukan tindakan bunuh diri atau gantung diri, atas izin Allah, di hadapan dunia dan rakyatnya."

Berita gembira ini saya sampaikan kepada semua dan saya meminta saudara-saudara saya melalui harian Sabq agar mereka mendoakan kehancuran diktator ini dan rezimnya, agar mendatangkan ketenangan bagi Islam dan kaum muslimin dan agar masyarakat Libiya yang dikenal sebagai pejuang tangguh, cucu Umar Mukhtar, mendapatkan ketenangannya kembali. Saya selalu mendoakannya kehancurannya dalam shalat-shalat saya, semoga Allah membinasakannya dan membebaskan kaum muslimin darinya." [islamedia]

sumber:http://al-ahkam.net/home/index.php?option=com_content&view=article&id=6315&catid=48

Demonstrasi aman boleh-Dr.MAZA

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

REJIM YANG ZALIM MESTI DITUKAR!
Prof Madya Dr Mohd Asri Zainul Abidin

source: http://drmaza.com/home/?p=1356

Dunia Arab bergolak. Dari Tunisia ke Mesir dan biarlah ia menjalar ke seluruh pelusuk daerah yang dikuasai oleh rejim yang zalim; yang menghina agama, menghisap darah rakyat, memundurkan negara, memerintah untuk kepentingan kroni dan keluarga, mengaut kekayaan peribadi sedangkan rakyat dalam kemiskinan. Memang sepatutnya telah lama ia bergolak. Persis seperti kata ‘Ali bin Abi Talib r.a:

“Sesungguhnya binasanya manusia terdahulu kerana mereka menghalang kebenaran sehingga ianya dibeli. Mereka membentangkan kezaliman sehingga ianya ditebus”. (Ibn Muflih, Al-Adab al-Syar‘iyyah, 1/201, Beirut: Muassasah al-Risalah).


Rakus

Dunia Islam adalah dunia yang kaya. Kedudukan negara-negara umat Islam amat strategik. Malangnya, ramai para penguasa yang zalim dan korupsi menguasai politik. Lihatlah Tunisia, walaupun majoriti penduduknya muslim tetapi pemimpinnya di samping zalim dan khianat, mempersendakan agama; memperlekehkan puasa Ramadan, mengharamkan tudung kepala (hijab) ke atas wanita dan pelbagai lagi.

Isteri Ben Ali bekas Presiden Tunisia yang diusir oleh rakyatnya bernama Leila al-Tarabulusi yang dulu ‘First Lady Tunisia’, dilaporkan oleh media Perancis membawa lari emas Tunisia ke Dubai seberat 1.5 tan. Semasa berkuasa, beliau atas nama suami bermewahan dengan harta negara. Padah perbuatan suami, ditambah dengan sikap ‘berlebihan’ isteri dan keluarga.

Lihatlah Mesir, jika pemimpinnya amanah betapa besar kekayaan yang dapat dikaut dari hasil Suez Canal atau Terusan Suez yang menghubungkan antara Laut Mediterranean dengan Laut Merah. Tax dari terusan tersebut jika diuruskan dengan betul menjadi sumber yang amat besar untuk negara itu. Bahkan dikatakan mampu membiayai setiap warga Mesir.

Mesir ada gas. Mubarak salurkannya kepada negara haram Israel. Israel membeli gas Mesir lebih murah dari rakyat Mesir sendiri. Sungai Nil yang subur tidak diusahakan secara bersungguh oleh Kerajaan Mesir, bahkan mereka masih mengimport makanan dari luar. Rakyat Mesir ramai yang hidup dalam kemiskinan. Dilaporkan lebih 42 peratus dari 81 juta lebih rakyat Mesir berada di bawah paras kemiskinan. Jutaan rakyat hidup tanpa rumah dan makan. Peranan Mubarak hanyalah menjaga kepentingan diri, kroni, Israel dan Amerika!

Itu di Mesir, di sana masih ada lagi Syria, Yaman, Morocco dan lain-lain yang hampir sama keadaannya. Malang sekali, di bawah rejim-rejim yang berkuasa itu media dibisukan, fakta dibohongi dan rakyat diperbodohkan. Nyawa dan darah rakyat begitu murah. Mereka menyeksa dan membunuh pengkritik. Gambar rejim-rejim ini diangkat dan disanjung secara upah ataupun paksa. Rakyat hidup menderita dan kelaparan. Kekayaan dibahagi secara songsang. Harta setiap pemimpin dan keluarga mereka mencecah ratusan billion dolar, sedangkan pendapatan rakyat tidak sampai satu dolar pun sehari. Bahkan ada pendapatan yang tidak sampai seratus ringgit Malaysia sebulan.

Bohong

Para pemimpin yang selekeh dan tidak amanah menguasai kebanyakan Dunia Islam dan Arab. Mereka diagungkan oleh golongan yang berkepentingan dan disokong oleh segelintir rakyat yang diperbodohkan. Barat yang kononnya inginkan demokrasi disebarkan, namun mereka hipokrit dalam masalah Dunia Islam. Mereka membiarkan pemerintah kuku besi terus di tampuk kuasa selagi kepentingan mereka dijaga. Jiwa kapitalis Barat melebihi kehendak demokrasi mereka. Jadi, Dunia Islam bak kata Nabi s.a.w:

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya. Ketika itu didustakan orang yang benar, dianggap benar orang yang dusta, dianggap khianat orang yang amanah, dianggap amanah orang yang khianat, dan bercakap ketika itu al-Ruwaibidoh. Para sahabat bertanya: “Siapakah al-Ruwaibidoh?” Sabda Nabi s.a.w.: Orang lekeh yang berbicara mengenai urusan awam (orang ramai).” (Diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad, al-Hakim dll. Al-Hakim menyatakan isnadnya sahih dan ini disetujui oleh Al-Zahabi).


Salah Sasaran

Malang sekali, ulama-ulama ‘pro rejim’ seperti Mufti Mesir yang hari ini sibuk menasihati rakyat agar jangan berdemonstrasi dan mengalu-alukan langkah Hosni Mubarak untuk proses pembaharuan, tidak pula selama ini membantah kerakusan kuasa yang berlaku. Pada hari pemerintah mengaut dan menghisap darah rakyat, mereka sibuk membahaskan isu-isu ketaatan rakyat kepada pemimpin dan tidak pula bertegas tentang kewajipan pemimpin menunaikan hak rakyat. Jika Hosni gagal membuat perubahan dalam masa 30 tahun memerintah, apakah mungkin dia boleh melakukannya dalam masa 7 bulan yang dijanjikan?! Jika mampu pun, bererti dia selama ini khianat kerana tidak melakukan pembaharuan itu dalam masa 30 tahun tiba-tiba hari ini dia menyatakan ia boleh dilakukan dalam masa 7 bulan!.

Hari ini golongan agamawan khususnya dari aliran ‘salafi’ sibuk membahaskan tentang demokrasi dan demonstrasi bukan dari ajaran Islam. Bagi saya itu adalah persoalan persepsi bagaimana kita memahami demokrasi dan dalam konteks apa demokrasi itu dilihat. Kita patut bertanya mereka apakah pemerintahan otokrasi atau kukuh besi itu dari ajaran Islam? Apakah membiarkan pemerintah menghisap darah rakyat tanpa membantah itu dibenarkan oleh Islam?

Persoalan falsafah dan konteks demokrasi dan demonstrasi memang patut dibincang dan dihalusi di sudut fekahnya. Namun adalah tidak adil apabila rakyat bercakap soal demokrasi dan demonstrasi lalu fatwa haram atau bid’ah dikeluarkan, sedangkan ketika pemerintah mengamalkan kuku besi, kezaliman, rasuah dan merompak hasil negara, golongan agama ini muncul dalam media untuk hanya mengingatkan rakyat tentang syurga dan neraka, tetapi tidak pula membaca nas-nas agama yang mengingati pemerintah bahawa kezaliman mereka adalah dosa yang amat besar dan neraka yang bakal menanti. Apakah agama hanya candu untuk rakyat bawahan supaya dapat melupakan kerakusan orang atasan?! Nabi s.a.w bersabda:

“Sesungguhnya selepasku ini akan adanya para pemimpin yang melakukan kezaliman dan pembohongan. Sesiapa masuk kepada mereka lalu membenarkan pembohongan mereka dan menolong kezaliman mereka maka dia bukan dariku dan aku bukan darinya dan dia tidak akan mendatangi telaga (di syurga). Sesiapa yang tidak membenar pembohongan mereka dan tidak menolongan kezaliman mereka, maka dia dari kalanganku dan aku dari kalangannya dan dia akan mendatangi telaga (di syurga)” (Riwayat Ahmad, al-Nasai dan Ibn Abi ‘Asim. Dinilai oleh al-Albani. (lihat: Ibn Abi ‘Asim, al-Sunnah, tahqiq: Al-Albani, hlm 337-339).


Mengapakah golongan pro-rejim tidak mengingatkan pemimpin mereka tentang hadis Nabi s.a.w: “Allah tidak lantik seseorang hamba itu menguasai sesuatu rakyat kemudian hamba itu mati dalam keadaan dia menipu rakyatnya, melainkan Allah haramkan untuknya syurga” (Riwayat Muslim).

Demonstrasi Aman

Ya, tiada siapa yang bersetuju dengan demonstrasi ganas. Rakyat diharapkan keluar ke jalan dengan aman sebagai tanda bantahan atas kezaliman rejim-rejim mereka. Ia salah satu dari menzahirkan bantahan terhadap kemungkaran. Dalam hadis seorang lelaki datang mengadu kepada kepada Rasulullah s.a.w, katanya:

“Sesungguhnya jiranku menyakitiku”. Sabda Nabi s.a.w: “Keluarkan baranganmu dan letakkannya di jalan”. Maka lelaki itu mengambil barangannya dan letak di jalan. Lalu, setiap orang yang melintas bertanya: “apa yang berlaku kepadamu?”. Dia menjawab: “Jiranku menyakitiku”. Maka mereka berkata: “Ya Allah laknatilah dia, Ya Allah hinalah dia”. Dengan sebab itu, jirannya berkata: “Kembalilah ke rumahmu, aku tidak akan sakitimu lagi”. (Riwayat al-Bazzar dan al-Hakim dalam al-Mustadrak. Ahmad Syakir menilainya sebagai sahih).


Demikian, Nabi mengajar bahawa kadang-kala cara menyelesaikan kezaliman dengan mendapat sokongan ramai di jalan. Bantahan orang ramai boleh menakutkan orang yang zalim. Jika sekadar kezaliman jiran kita boleh bertindak sedemikian, apatahlagi kezaliman rejim yang jauh lebih besar dan sukar disingkirkan. Pasti sokongan yang lebih besar dan bantahan di jalan yang lebih hebat diperlukan. Apa yang penting, penunjuk perasaan tidak boleh menumpahkan darah sesama umat Islam dan rakyat, juga tidak merosakkan harta awam dan mereka yang tidak bersalah.

Dunia Arab dan Islam mesti berubah. Eropah telah lama menyingkirkan pemimpin mereka yang korupsi dan kuku besi. Kadang-kala hak binatang yang dinikmati oleh Barat lebih baik dari hak manusia yang hidup di bawah rejim-rejim yang berkuasa di Dunia Arab dan Islam. Jatuh! Jatuh! Jatuhlah segala rejim!.

Sunday, February 27, 2011

Surah An-Naas

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

Surah An-Naas merupakan surah yang ke 114 dalam al-Quran dan mempunyai 6 ayat. Surah ini sudah kita hafal sejak masih kecil lagi. Mudah sekali kita baca surah ni sebab ia sudah melekat di fikiran. Bagaimana pula penghayatan kita mengenai maknanya?

AR-RABB (114:1)---(Tuhan yang memelihara,Yang mengarahkan, Yang menjaga, Yang melindungi)-Fi zhilal; (Pencipta segala sesuatu, pemeliharanya, penjamin kesejahteraannya dan semua hajat keperluannya) –Ibnu Katsir

AL-MALIK (114:2)---Tuhan Yang berkuasa, Yang menentukan keputusan, Yang mengambil tindakan

AL-ILAH(114:3)---Tuhan Yang Maha tinggi, Yang mengungguli, Yang mengurusi, Yang berkuasa

WASWASAH---Suara yang halus

KHANUS---Bersembunyi dan kembali lagi

KHANNAS---Mempunyai tabiat sering bersembunyi dan kembali lagi


Surah an-Naas boleh dipecahkan kepada tiga tema yang utama iaitu:

1) Manusia
2) Ketuhanan (tauhidullah)
3) Musuh manusia (golongan syaitan,jin & manusia)

MANUSIA
Ada pepatah arab mengatakan bahawa "Man arafa nafsah, faqod arafa Rabbah" yang memberi maksud "barangsiapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya". Pabila mana manusia itu tidak mengenal akan dirinya, maka ia telah gagal untuk melayari hidupnya dengan seimbang, sedangkan Allah telah menciptakan segala sesuatu berada di dalam keseimbangan. Dalam pemakanan sebagai contoh, apabila pemakanan diambil secara tidak seimbang, maka timbullah pelbagai penyakit seperti obesiti, darah tinggi, diebetes dan sebagainya. Justeru itu, kita harus mengenal akan kejadian diri kita. Manusia mempunyai tiga komponen yang utama iaitu:

1) Aqal (akal)
2) Qolbun (hati)
3) Jasad (jasad)

Ketiga-tiga aspek di atas yang membentuk kejadian manusia haruslah berada di dalam keseimbangan jika tidak seseorang manusia itu akan merosak. Ketiga-tiganya harus diberi 'makanan' agar ia kekal sihat membentuk insan yang menyedari hakikat keberadaannya di dunia.

Ada sebahagian orang yang terlalu mementingkan aspek aqal sehingga ia terlalu sibuk study hingga mengabaikan aspek kerohaniannya. Contohnya seorang student yang terlalu mengejar scorenya, takut gagal dalam exam atau sibuk nak siapkan assignment hingga minta 'excuse' untuk datang ke usrah. Kat sini student tu dah mula mengabaikan qolbun nya. Begitu juga saya melihat fenomena di kampus di mana ada pensyarah yang taksub dengan bidang akademik semata-mata hingga mengabaikan hatinya. Maka banyaklah pula ideologi yang merapu seperti "Allah melihat pada hati seseorang itu, bukan menilai pada pakai tudung atau tidak". Inilah yang berlaku apabila manusia itu berada dalam ketidakseimbangan. Ada sesetengah orang pula terlalu mementingkan aspek jasadi lalu ia menjaga stamina, kecantikan badan, kesihatan, kegagahan tetapi oleh kerana ia tidak menitik beratkan aspek aqli maka ia mudah diperbodokan orang. Mudah percaya cakap-cakap orang. Hanya menjadi manusia yang ikut-ikutan dalam sesuatu perkara yang tak pasti kebenarannya. Begitu juga dengan segolongan manusia yang hanya menekankan aspek qolbi atau rohani saja, yang hanya menyibukkan diri berzikir di surau dan masjid, dan yang terlebih ekstrem, ia menjadi seperti paderi yang mengharamkan apa yang Allah halalkan untuknya.

Jika berpandungan hadith Arbain, aspek hati adalah yang menjadi keutamaan kepada manusia kerana ia menentukan kesihatan aqli selain mendorong dan memotivasi kekuatan luar biasa dalam aspek jasadi. Itulah sebabnya mengapa syaitan menfokuskan serangan kepada hati manusia. Oleh itu, ketiga-tiga aspek ini perlu diberi "makanan" agar ia kekal sihat lalu melahirkan insan yang menyedari akan hakikat keberadaannya di bumi.

Makanan akal ialah ILMU
Makanan hati ialah ZIKRULLAH
Makanan jasad ialah AMAL

Namun begitu, semua 'makanan' ini harus bermuara pada satu sumber iaitu TAUHIDULLAH.

bersambung insyaAllah....

Rujukan:
-Modul Futuwwah Youth Club

Wednesday, February 23, 2011

Bakal tumbang?

Selepas Tunisia dan Mesir, kini tiba giliran Libya pula. Bila pemimpin tiada sifat tawaduk, hatinya penuh sifat tamak dan busuk. Mari kita sama-sama doakan keamanan untuk rakyat Libya yang juga saudara seislam kita. Sama-sama kita bantu mereka dalam doa kita. Gadaffi bukan saja menzalimi rakyatnya tapi juga mencemarkan imej agama islam di mata kaum kuffar di seluruh pelusuk dunia seperti mana Ben Ali dan Hosni Mubarak.

Daripada siri kejatuhan demi kejatuhan pemimpin yang zalim ini, seharusnya kita lebih bersungguh lagi untuk terus membina generasi yang lebih berkualiti daripada sekarang. Di Mesir contohnya, proses tarbiyah sudah berlangsung lama hingga kemuncaknnya mereka ada momentum yang kuat untuk menjatuhkan pemimpin mereka sendiri. Bekerjalah, bukan sekadar melihat dan mengkritik saja. Kita-kita lah yang mempunyai kefahaman dalam agama harus menggerakkan proses pembinaan generasi rabbani. Sudah sunnatullah kebenaran itu akan menumbangkan kezaliman tetapi kita tidak boleh berpeluk tubuh saja menunggu sistem khalifah tertegak tetapi perlu berusaha dan pertolongan Allah akan beriringan insyaAllah. Mari semarakkan proses tarbiyah :).


"Seorang lagi diktator yg bakal digulingkan"


source:http://www.presstv.ir/detail/166411.html

A top Egyptian cleric has called on Libyan soldiers who can shoot Libya's unpopular Leader Muammar Gaddafi not to hold their fire to free the nation of his oppression.


Yusuf al-Qaradawi, viewed as the spiritual leader of the Egyptian opposition Muslim Brotherhood, made the call on Monday through a fatwa (religious decree) against the 42-year-long head of state.

"Whoever in the Libyan Army is able to shoot a bullet at Mr. Gaddafi should do so," he told the Qatar-based news channel al-Jazeera.

Libya has been swept by pro-democracy protests inspired by popular revolutions in Egypt and Tunisia, which toppled the countries' presidents.

Such killing would "rid Libya of him," said Qaradawi. The scholar, who also heads the International Union for Muslim Scholars, returned to Egypt after three decades in exile following the revolution.

Gaddafi's government has deployed fighter jets to open fire on the demonstrators to prevent revolution.

Forces loyal to Gaddafi are also said to have used live rounds against protesters amid reports, pointing to the arrival of planeloads of armed foreign mercenaries in the capital, Tripoli.

Libyan protesters, however, have reportedly managed to seize several cities.

The International Federation for Human Rights says as many as 400 people have so far been killed during the protests.

Qaradawi also told Libyan soldiers "not to obey orders to strike at your own people," and urged Libyan ambassadors around the world to dissociate themselves from Gaddafi's regime.

HN/MRS/MGH

Tuesday, January 11, 2011

Erti syukur

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞



۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

by unic
Lafazkan kalimah syukur
Lafazkan kalimah itu
Alhamdulillah...

Segalanya yang ku kecapi
Adalah milikMu Ilahi -Tuhan Maha Pemurah-
Tak kan terbalas walaupun sebesar zarah

Kenikmatan yang bertandang
Terkadang tidak dihiraukan - Lepas dari pandangan -
Dan bila hilang barulah dikesalkan

Adakalanya aku hanyut
Adakalanya aku lupa
Adakala aku leka
Ampunilah...
Kerana ku manusia
Lemah dan tidak berdaya di sisiMu
Seringkali terlupa nikmatMu
Datang tiada jemu
Bila terhimpit mulalah
Mencari dan menyebut namaMu
Barulah merasai makna sebenar erti syukur
Syukur atas rahmatMu

Adakala ku hanyut
Adakala ku lupa
Adakala ku leka dan adakala ku alpa
Kerana ku manusia
Lemah dan tak berdaya
Seringkali terlupa nikmat yang Kau kurnia
Ku bersyukur ya Tuhan
Segala pemberian
Walau luas lautan
Bukanlah perbandingan
Ku tingkat keimanan
Ku gilap ketaqwaan
Sebagai perlambangan
Terima kasih ku Tuhan

Onak duri kehidupan
Jatuh bangun sendirian
Ada hikmah yang tersimpan
Yang menguji iman

Bersyukurlah selalu
Sentiasalah redha dan menerima
Tiap ujian tiba bukan diminta
Sebaliknya Allah Maha Mengetahui

Kan ku bertasbih selalu
Bertahmid berzikir padaMu
Sebagai tanda ku nilai
RahmatMu Tuhan

Aku bersyukur Ya Allah
Segala pemberianMu pada ku
Seluas lautan pun bukanlah jadi ukurannya
Memang tiada bandingan
Segalanya yang ku kecapi
Adalah milikMu Ilahi -Tuhan Maha Permurah-
Bukan miliku pinjaman sementara
Syukur Alhamdulillah

Sesungguhnya solatku,
Amalku, hidupku, matiku
Kerna Allah yang satu
Kuserahkan segala harta jiwa dan raga
Sebagai tanda cinta
KepadaMu Yang Esa

لا إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحانَكَ إِنّى‏ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمينَ

Saturday, December 25, 2010

Kisah seorang muslimah


>gambar google

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞
`
Kisah seorang Muslimah

Saya ingin bercerita mengenai kisah adik saya, Nur Annisa, seorang gadis yang baru menginjak dewasa tetapi agak kasar dan suka berkelakuan seperti lelaki. Ketika usianya mencecah 17 tahun perkembangan tingkah lakunya benar-benar membimbangkan ibu.
Dia sering membawa teman-teman lelakinya pulang ke rumah. Situasi ini menyebabkan ibu tidak senang tambahan pula ibu merupakan guru al-Quran. Bagi mengelakkan pergaulan yang terlalu bebas, ibu telah meminta adik memakai tudung. Permintaan ibu itu ditolaknya sehingga seringkali berlaku pertengkaran-pertengkaran kecil antara mereka.

Pernah pada suatu masa, adik berkata dengan suara yang agak keras, " cuba mama tengok, jiran-jiran kita pun ada yang anaknya pakai tudung, tapi perangainya sama je macam orang yang tak pakai tudung. Sampai kawan-kawan annisa kat sekolah, yang pakai tudung pun selalu keluar dating dengan boyfriend diorang, pegang-pegang tangan. Ani ni, walaupun tak pakai tudung, tak pernah buat macam tu!"

Pada satu hari ada jiran yang baru pindah berhampiran rumah kami. Sebuah keluarga yang mempunyai enam orang anak yang masih kecil. Suaminya bernama Abu khoiri, (nama sebenarnya siapa, tak dapat dipastikan). Saya mengenalinya sewaktu di masjid. Setelah beberapa lama mereka tinggal berhampiran rumah kami, timbul desas-desus mengenai isteri Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga ada yang menggelarnya si buta, bisu dan tuli.

Perkara ini telah sampai ke pengetahuan adik.

Dia bertanya kepada saya, "abang, betul ke orang yang baru pindah itu, isterinya buta, bisu dan tuli?" Lalu saya menjawab sambil lewa, "kalau nak tau sangat, pergi rumah mereka, tanya sendiri" Rupa-rupanya adik mengambil serius kata-kata saya dan benar-benar pergi ke rumah Abu Khoiri. Sekembalinya dari rumah mereka, saya melihat perubahan yang benar-benar mendadak berlaku pada wajah adik. Wajahnya yang tak pernah muram atau lesu menjadi pucat lesi......entah apa yang dah berlaku?

Namun, selang dua hari kemudian, dia minta ibu buatkan tudung. Tudung yang labuh. Adik pakai baju labuh...... lengan panjang pula tu...saya sendiri jadi bingung..bingung campur syukur kepada Allah SWT kerana saya melihat perubahan yang ajaib..ya, saya kata kan ajaib kerana dia berubah seratus peratus!

Tiada lagi anak-anak muda atau teman-teman wanitanya yang datang ke rumah hanya untuk bercakap perkara-perkara yang tidak tentu arah... saya lihat, dia banyak merenung, banyak baca majalah Islam (biasanya dia suka beli majalah hiburan), dan saya lihat ibadahnya pun melebihi saya sendiri..tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur'annya, solat sunat nya..dan yang lebih menakjubkan lagi, bila kawan-kawan saya datang, dia menundukkan pandangan..Segala puji bagi Engkau wahai Allah, jerit hati saya..

Tidak lama kemudian, saya mendapat panggilan untuk bekerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan minyak CALTEX. Dua bulan saya bekerja di sana , saya mendapat khabar bahawa adik sakit tenat hingga ibu memanggil saya pulang ke rumah ( rumah saya di Madiun). Dalam perjalanan, saya tak henti-henti berdoa kepada Allah SWT agar adik diberi kesembuhan, hanya itu yang mampu saya usahakan.

Ketika saya sampai di rumah..didepan pintu sudah ramai orang..hati berdebar-debar, tak dapat ditahan.....saya berlari masuk ke dalam rumah..saya lihat ibu menangis .. saya segera menghampiri ibu lantas memeluknya........dalam esak tangisnya ibu memberitahu, "Dhi, adik boleh mengucapkan kalimat Syahadah diakhir hidupnya"..air mata ini tak dapat ditahan lagi...

Setelah selesai upacara pengkebumian dan lain-lainnya, saya masuk ke bilik adik. Saya lihat di atas mejanya terletak sebuah diari. Diari yang selalu adik tulis. Diari tempat adik menghabiskan waktunya sebelum tidur semasa hayatnya. Kemudian diari itu saya buka sehelai demi sehelai...hingga sampai pada satu halaman yang menguakmisteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hati ini. Perubahan yang terjadi ketika adik baru pulang dari rumah Abu khoiri..disitu tertera soal jawab antara adik dan isteri jiran kami itu. Butirannya seperti ini: Soaljawab (saya lihat di lembaran itu terdapat banyak bekas airmata)

Annisa: aku hairan, wajah wanita ini cerah dan bersinar seperti bidadari "mak cik.. wajah mak cik sangat muda dan cantik"

Isteri jiranku: Alhamdulillah ..sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati

Annisa: tapi mak cik kan dah ada anak enam ..tapi masih kelihatan cantik??

Isteri jiranku: Subhanallah..sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT. Dan bila Allah SWT berkehendak..siapakah yang boleh menolaknya?

Annisa: Mak Cik..selama ini ibu saya selalu menyuruh saya memakai tudung..tapi saya selalu menolak kerana saya rasa tak ada masalah kalau saya tak pakai tudung asalkan saya berkelakuan baik.Saya tengok, banyak wanita yang pakai tudung tapi kelakuannya melebihi kami yang tak pakai..sampaikan saya tak pernah rasa nak pakai tudung.. pendapat makcik bagaimana?

Isteri jiranku: Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari hujung rambut hingga hujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT nanti dan tudung adalah perlindungan untuk wanita ..

Annisa: tapi yang saya tengok, banyak wanita bertudung yang kelakuannya tak elok..

Isteri jiranku: Tudung hanyalah kain, tapi hakikat atau makna disebalik tudung itu sendiri yang harus kita fahami...

Annisa: apakah hakikat tudung ?

Isteri jiranku : Hakikat tudung adalah perlindungan zahir batin, lindungi mata kamu dari memandang lelaki yang bukan muhram kamu, lindungi lidah kamu dari mengumpat orang dan bercakap perkara yang sia-sia .. sentiasalah lazimi lidah dengan zikir kepada Allah SWT, lindungi telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu mahupun masyarakat, lindungi hidungmu dari mencium segala yang berbau busuk, lindungi tangan-tangan kamu dari berbuat sesuatu yang tidak senonoh, lindungi kaki kamu dari melangkah menuju maksiat, lindungi fikiran kamu dari berfikir perkara yang mengundang syaitan untuk memperdayai nafsu kamu, lindungi hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah biasa, maka tudung yang kamu pakai akan menyinari hati kamu.. itulah hakikat tudung..

Annisa: mak cik, sekarang saya sudah jelas tentang erti tudung... mudah mudahan saya mampu pakai tudung. Tapi, macam mana saya nak buat semua tu?

Isteri jiranku: Duhai nisa, bila kamu memakai tudung, itulah kurniaan dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat , bila kamu mensyukuri rahmat itu, kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan-amalan 'tudung' hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT. Duhai nisa .ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan..ketika ditiup sangkakala yang kedua, .pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tiada rumput mahupun tumbuhan, ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gelita, ketika seluruh manusia ketakutan, ketika ibu tidak mempedulikan anaknya, anak tidak mempedulikan ibunya, sanak-saudara tidak kenal satu sama lain lagi, antara satu sama lain boleh menjadi musuh lantaran satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini, ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya mempedulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berpeluh kerana rasa takut yang luar biasa hingga tenggelam dirinya akibat peluh yang banyak, dan bermacam macam rupa-rupa bentuk manusia yang tergantung amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti haiwan, ada yang berbentuk seperti syaitan, semuanya menangis..menangis kerana hari itu Allah SWT murka.. belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu.Hingga ribuan tahun manusia dibiarkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hinggalah sampai ke Timbangan Mizan. Hari itulah dipanggil hari Hisab..Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal pada hari ini, entah dengan apa nanti kita akan menjawab bila kita ditanya oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung. . . .Allah SWT. Sampai di sini sahaja kisah itu saya baca kerana di sini tulisannya terhenti dan saya lihat banyak titisan airmata yang jatuh dari pelupuk matanya..

Subhanallah ...

Saya selak halaman berikutnya dan saya lihat tertera tulisan kecil dibawah tulisan itu "buta, tuli dan bisu.." wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain muhrimnya, wanita yang tidak pernah mahu mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT, wanita tidak pernah berbicara ghibah dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia.. "Tak tahan airmata ini pun jatuh". Semoga Allah SWT menerima adikku disisinya.. Amin..Subhanallah

saya harap cerita ini boleh menjadi iktibar bagi kita semua.



p/s: artikel ini saya dapat melalui email pada tahun 2007

Friday, December 24, 2010

Kisah seorang al-akh..


۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

artikel ini dipetik dari SINI

kisah seorang al-akh...
11 Februari 2009


Seorang akh yang aktifis baik kampus, sekolah dan syabiah karena masih menjadi seorang jejaka, maka tak jarang ia sering membatin, berangan-angan, dan bercita-cita membentuk rumah tangga Islami dengan seorang Muslimah sholihat yang menyejukkan hati dan mata. Alangkah bahagianya menjadi seorang suami dan seorang "qowwam" yang "qooimin bi nafsihi wa muuqimun lil ghoirihi" (tegak atas dirinya dan mampu menegakkan orang lain, terutama isteri dan anak-anaknya). Juga menjadi 'imam yang adil' yang akan memimpin dan mengarahkan isteri dan anak-anaknya.

Dan si akh pun bertekad bahwa ia sesungguhnya tak akan menilai kecantikan wajah calon istrinya dibalik jilbab yang dia kenakan, serta harta yang dimilikinya sebagai daya tarik untuk menikahinya. Tapi kecantikan hati, perilaku, serta ketaatannya kepada Dienul Islam itu yang utama. Karena dia ingat akan ajaran Rasulullah SAW yang sampai kepadanya : “ Janganlah engkau peristrikan wanita karena hartanya, sebab hartanya itu menyebabkan mereka sombong. Dan jangan pula kamu peristrikan wanita karena kecantikannya, karena boleh jadi kecantikannya itu dapat menghinakan dan merendahkan martabat mereka sendiri. Namun peristrikan wanita atas dasar Diennya. Sesungguhnya budak hitam legam kulitnya tetapi Dienya lebih baik, lebih patut kamu peristrikan “. (HR. Bukhori)

Sejurus dengan posisinya sebagai aktivis dakwah dan amanah yang diembannya maka wajar kalau dia berpandangan bahwa pernikahannya bukan sekedar menikah saja, memilih calon suami, melafadzkan ijab kabul, melangsungkan pesta walimahan dan selesai. Justru ketika menikah, dia tengah memulai awal baru dari perjalanan dakwahnya. Pernikahannya adalah sebuah rekayasa dakwah global yang akan semakin melancarkan akselerasi dakwah itu sendiri. Akan ada network dakwah yang dibangun lewat pernikahannya itu. Bagaimana tidak? Ketika dia menikah, tonggak-tonggak dakwah yang baru dan kuat semakin jelas kekuatannya karena dia tidak menjalani dakwahnya sendirian saja. Dan akhirnya Sehubungan dengan beberapa amanah yang menuntutnya dalam menuangkan konsep dan pemikiran maka dia sangat memerlukan seorang pendamping sekaligus partner dakwah yang bisa diajak diskusi dan menyelesaikan segala qodhoya yang ada.

Alangkah menenangkannya mempunyai seorang isteri yang akan dijaganya lahir dan batin, dilindungi dan disayanginya karena ia adalah amanah Allah SWT yang telah dihalalkan baginya dengan dua kalimat Allah SWT. Ia bertekad untuk mempergauli isterinya dengan ma'ruf (QS An-Nisa:19) dan memperhatikan hadits Rasulullah SAW tentang kewajiban-kewajiban seorang suami. "Hanya laki-laki mulialah yang memuliakan wanita." "Yang paling baik di antara kamu, wahai mu'min, adalah yang paling baik perlakuannya terhadap isterinya. Dan akulah (Muhammad SAW) yang paling baik perlakuannya terhadap isteri-isteriku." "Wanita seperti tulang rusuk manakala dibiarkan ia akan tetap bengkok, dan manakala diluruskan secara paksa ia akan patah." (HR. Bukhari dan Muslim)

si Akh pun bertekad meneladani Rasulullah SAW yang begitu sayang dan lembut pada isterinya. Tidak merasa rendah dengan ikut meringankan beban pekerjaan isteri seperti membantu menyapu, menisik baju dan sekali-sekali turun ke dapur seperti ucapan Rasulullah kepada Bilal : "Hai Bilal, mari bersenang-senang dengan menolong wanita di dapur." Karena Rasulullah suka bergurau dan bermain-main dengan isteri seperti berlomba lari dengan Aisyah r.a. (HR Ahmad), maka ia pun berkeinginan meniru hal itu serta menyapa isteri dengan panggilan lembut 'De', ‘Nda’ atau 'Yang'.

Sejurus kemudian ketika si Akh disodorkan biodata oleh Murobbinya yang menurut Murobbinya merupakan calon Pasangan yang serasi karena sekufu dalam dien, akhlaq, dan komitmen dengan Islam. Mereka sama-sama berazam bahwa pernikahan adalah ibadah, pernikahan adalah dakwah dan pernikahan adalah drama manusia ideal.

Akhirnya pada saat selanjutnya, tibalah saatnya untuk proses taaruf, si Akh berpikir daripada berangan-angan terus lebih baik action.......dan taarufpun dimulai, si Ukh didampingi Murobiyyahnya begitu pula si Akh didampingi Murobbinya.... proses taaruf dimulai dari mulai jam 8 pagi dihari Ahad...ketika hari beranjak siang..proses taaruf berjalan dengan alot, si akh banyak mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan berupa kasus dan penyikapan si akhwat...tapi tentunya sebelumnya pada proses awalnya si akh menyanyakan kejelasan, aktifitas dan keikhlasan si ukh untuk menerima dirinya apa adanya dan tetap dijalan dakwah...sampai waktu dzuhur tiba, belum ada tanda-tanda proses taaruf akan berakhir karena si akh masih banyak pertanyaan yang harus dijawab si ukh...akhirnya diputuskan untuk break ISHOMA dan dilanjutkan kembali setelah rehat....dan waktu pun beranjak sore....maka murobbi si akh dengan cukup bijak mencoba meng cut acara taaruf..dan langsung menanyakan kesimpulan akhir dari keduanya karena kalau dibiarkan terus ga bakalan habis-habisnya pembahasannya yang kata si akh biar kenal calon secara keiikhlasannya, kafaahnya dll....yang pertamakali ditanya adalah si ukh....Bagamaimana ukhti mau terus lanjut ke proses selanjutnya atau cukup sampai disini...si ukh menjawab ," Ana sih terserah ikhwannya...". " nah antum bagamana Akh?..kata Murobbinya......si akh tidak buru-buru menjawab, ntah masih ada yang mengganjal atau belum puas, cuma satu hal yang ada dibenak si akh..si ukh ini menurutnya kurang puas dalam menyampaikan pendapat atas kasus-kasusnya dan akhirnya dia merasa kurang sreg sedangkan dia punya segudang idealisme...cuma dia bingung, jawaban apa yang harus disampaikan dalam forum tersebut...karena murobbinya mendesak agar ada jawaban dari si akh..."Akhi cepat lah antum kasih keputusan prosesnya diteruskan, dicukupkan sampai disini atau antum perlu waktu tambahan untuk taarufnya...tapi masa dari jam 08.00 sampai jam 15.00 masih belum cukup juga".....akhirnya dengan berat hati dan pelan namun pasti..si akh bilang....." Afwan Ustadz tadi ana sedang study kasus....". pelan namun dalam begitulah yang dirasakan si ukh hingga timbul keringat dingin dan wajahnya lama-lama menunjukan perubahan warna dari kecoklatan-kemerah-merahan dan akhirnya keputih-putihan hingga dia tak sadarkan akan dirinya lagi....waduh akh antum sebelum ketahuan 'Jejak Kasus' antum bisa berabe..antum pikirkan lagi tuh keputusannya...kasihan tuh akhwatnya ..........
Sehubungan dengan waktu yang sudah masuk waktu sholat ashar maka...murobbi ikhwan minta izin sama murobbiyah akhwat untuk sholat ashar dulu sambil melakukan lobi-lobi sama si akh (lobi-lobi walimah loh...bukan lobi-lobi politik) sambil berpesan agar si ukh di sadarkan dan bersabar atas apa-apa yang sudah terjadi....dengan segenap kasih sayang sang murobbiyah akhirnya si ukh lambat laun kesadarannya mulai pulih..aksi yang pertama adalah langsung memeluk murrobiyahnya sambil menuangkan segenap perasaannya...bagaimanapun juga pintu gerbang kebahagiaan bagi dia sebagai seorang sitri yang sholihat yang tergambar dibenaknya sudah kosong ...bagaimanapun juga dia punya mimpi yang selalu bermain dalam benaknya dan yang kemudian menjadi tekadnya adalah keinginan menjadi isteri shalihat yang taat dan selalu tersenyum manis. Pendeknya, ingin memberikan yang terbaik bagi suaminya kelak sebagai jalan pintas menuju surga.
Tekad itu diperolehnya setelah mengikuti berbagai 'tabligh', ceramah, dan seminar keputerian serta membaca sendiri berbagai risalah. Bahkan banyak pula ayat Al-Qur'an dan Hadits yang berkaitan dengan hal itu telah dihafalnya, seperti "Ar Rijalu qowwamuna alan nisaa'...","Faso lihatu qonitatu hafizhotu lilghoibi bima hafizhallah..." (QS. An-Nisa ayat 34). Juga Hadits :"Ad dunya mata', wa khoiru mata'iha al mar'atus sholihat." (dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah isteri sholihat). Atau, hadits "Wanita sholihat adalah yang menyenangkan bila dipandang, taat bila disuruh dan menjaga apa-apa yang diamanahkan padanya. Begitu pula hadits "Jika seorang isteri sholat lima waktu, shaum di bulan Ramadhan dan menjaga kehormatan dirinya serta suaminya dalam keadaan ridha padanya saat ia mati, maka ia boleh masuk surga lewat pintu yang mana saja. (HR Ahmad dan Thabrani). Hadits yang berat dan seram pun dihafalnya, "Jika manusia boleh menyembah manusia lainnya, maka aku perintahkan isteri menyembah suaminya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi,Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)

Figur isteri yang sholihat, taat, dan setia serta qona'ah seperti Khadijah r.a. benar-benar terpatri kuat di benak si ukh dan jelas ingin ditirunya. Maka, tatkala Allah SWT memberikan kesempatan untuk berproses untuk mendapat jodoh seorang Muslim yang sholih, 'alim dan berkomitmen penuh pada Islam, si ukh pun melangkah dan begitu menyelami proses yang tadi dilakukan dengan mantap. Begitu khidmat dan khusyu karena kesadaran penuh untuk beribadah dan menjadikan jihad dan syahid sebagai tujuan hidup berumah tangga.

...dengan nasihat penuh cinta dan dekapan kasih sayang..murobbiyah si ukh membisikan sesuatu kepada si ukh, " Biar nanti ana yang menyelesaikan masalah ini...anti tenangkan dulu pikiran..ambil air wudhu, shlat ashar dan jangan lupa tilawah.....

...singkat cerita, si akh dan murobbinya sudah masuk kembali dan berkumpul dengan si ukh dan murobbiyahnya....tanpa basa-basi..murobbi si akh memohon maaf atas apa yang terjadi dan kemudian menanyakan kepada murobbiyah si ukh sikap selanjutnya........dengan tenang dan wibawa seorang ustadzah, beliau berkata," si ukh siap maju ke proses selanjutnya..........tapi dengan antum."..........Subhanallah...hanya pujian atas kebesaran Allah yang ada di dada sang murobbi si akh....dia ga bisa beralasan lagi, masa mau mengkuti langkah binaannya..apalagi lebih lanjut murobbiyah si ukh mengatakan..."Antum jangan beralasan lagi...antum kan udah siap." ............

Murobbi si akh dan si ukh pun ditakdirkan Allah SWT untuk menikah. Pasangan yang serasi karena sekufu dalam dien, akhlaq, dan komitmen dengan Islam. Mereka sama-sama berazam bahwa pernikahan adalah ibadah, pernikahan adalah dakwah dan pernikahan adalah drama manusia ideal. Hingga mereka senantiasa menguatkan niat dalam menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Karena mereka sadar bahwa proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat. Karena pernikahannya itu merupakan ibadah, maka mereka mengatur pelaksanaannya dengan cara-cara yang sesuai dengan hukum syara’ (aturan islam). Pandangan mereka adalah pandangan islam dan dalam pandangan islam, walimah atau resepsi pernikahan adalah sesuatu yang dianjurkan untuk diadakan, betapapun sederhananya. Hal ini merupakan formalisasi dari pernikahan agar masyarakat mengetahui secara resmi pernikahan itu. Dengan demikian secara sosial akan menghilangkan hal-hal yang mengarah kepada fitnah. Walaupun dalam pelaksanaannya mereka terbentur oleh pertentangan dari keluarganya, dan mereka melewatinya dengan sempurna setelah melalui berbagai sosialisasi dan penjelasan kepada keluarga mereka.

Dan mereka sepakat pernikahannya haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang mereka maksud Lillah , ialah niat pernikahannya itu karena Allah. Proses dan caranya harus Billah , sesuai dengan ketentuan dari Allah. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah , tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah. Sehingga dalam penyelenggaraan pernikahan mereka tidak bermaksiat pada Allah, misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini mereka hindari, karena mereka berpendapat tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, mereka senenatiasa mengingatkan para tamu tentang adab mendo'akan pengantin dengan do'a : Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" - Qs. Al Ahzab (33),

Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah mereka yang telah mewujudkan pernikahan ruhani. Yang selama ini terngiang-ngiang dibenak mereka terjawab sudah “ KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS PULA “.

Dan merekapun sah menjadi pasangan suami istri. dua pasutri yang sebelumnya tidak saling kenal tentunya kekakuan yang berada ditengah-tengah mereka, seperti saat itu, malam pertama....." ukhti udah beres belum, ga ada yang dikerjainkan ....", si ukh pun protes..." kok manggilnya ukhti......". " Habis mau dipanggil apa dong mba, yayang, dinda..ato apa......yah udah kalo gitu kita sekarang syuro tapi dengan satu syarat ya....sini tangan ukhti, sambil syuro ana ingin kita sambil berpegangan tangan, agar mulai detik ini juga dosa-dosa ana berguguran...", masih dengan mimik cemberut " ga usah ah....abis manggilnya ukhti..". " lah kan belum ada kesepakatan, syuronya aja belum mulai...jadi SK belum turun...yah udah tuan putri kita syuronya dimulai aja....agenda pertama panggilan terus ngebahas ekonomi keluarga, rencana kedepan serta evaluasi dari mulai proses taaruf sampai sekarang, kita tidak ingin sedikit pun ruang tersisa yang memungkinkan kemaksiatan pada Allah yang pada akhirnya nanti mengurangi kebarokahan pernikahan mereka...". si ukh berujar " baiklah baginda raja yang aktifis...." dan pembicaraan diantara mereka pun mengalir yang ikut menggerus kebekuan diantara mereka, cuma satu hal yang belum....si ukh belum berani melepas jilbabnya...dan malam pertamapun mereka habiskan untuk syuro........

Pada hari kedua sejak mereka bersatu dalam ikatan suci...si ukh sudah menjalankan tugas sebagai isteri yang sholihat, melayani suaminya dengan sepenuh keikhlasannya, dan masih cuma satu yang belum dia penuhi permintaan suaminya, yaitu melepaskan jilbabnya, karena bagaimanapun juga dia tidak terbiasa dan belum pernah memperlihatkan mahkotanya didepan makhluk yang namanya ikhwan, walaupun ikhwan yang bersamanya saat ini adalah sudah resmi menjadi suaminya....tapi akhirnya......sore itu, si ukh habis mandi dan keramasi rambutnya, sehingga jilbabnya basah ....ketika masuk kamar, dilihatnya suaminya matanya tertutup. sehingga dia kira lagi tidur, dan dia bisa dengan bebas mengeringkan rambutnya dan menyisirnya.....
padahal waktu itu suaminya lagi pura-pura tidur sambil membatin , ....." duh dinda, Pertama-tama adalah mesti anti sadari, bahwa sesungguhnya ana tak akan menilai kecantikan wajah dinda dibalik jilbab yang dinda kenakan, serta harta yang dinda miliki sebagai daya tarik untuk menikahi dinda. Tapi kecantikan hati, perilaku, serta ketaatan dinda kepada Dienul Islam itu yang utama.
Memang hal ini sangat musykil di zaman yang telah penuh dengan noda-noda hitam akibat perbuatan manusia, sehingga wanita-wanitanya sudah tidak malu lagi untuk menjual kecantikannya dan berlomba-lomba memperlihatkan aurat dengan sebebas-bebasnya demi memuaskan hawa nafsu jahatnya.
Namun itulah yang diajarkan Rasulullah SAW, kepada kita melalui haditsnya : “ Janganlah engkau peristrikan wanita karena hartanya, sebab hartanya itu menyebabkan mereka sombong. Dan jangan pula kamu peristrikan wanita karena kecantikannya, karena boleh jadi kecantikannya itu dapat menghinakan dan merendahkan martabat mereka sendiri. Namun peristrikan wanita atas dasar Diennya. Sesungguhnya budak hitam legam kulitnya tetapi Dienya lebih baik, lebih patut kamu peristrikan “. (HR. Bukhori)
Dan Allah pun tak akan melihat kebagusan wajah dan bentuk jasad dinda. Tapi Dia menilai hati dan amal yang dinda lakukan. Hendaknya dinda yakin bahwa wanita-wanita salafusshaleh adalah panutanmu, yang telah mendapat bimbingan dari nabi Muhammad SAW......tapi kenapa juga dinda belum melepaskan jilbabnya, kan ana pengen tahu apakah dinda ada kupingnya ato ngga....baiklah kalo gitu ana harus bikin strategi....

ketika si ukh melonggarkan jilbabnya sambil duduk membelakangi suaminya yang dilihatnya lagi tidur...dia mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk kering dan menyisirnya....tapi ketika dia menyisir merasa kesusahan juga....abis nyisir kok jilbabnya ga dilepas ribet amat ya....dan akhirnya setelah dia melirik suaminya masih pada posisi semula, lalu dia melepas jilbabnya dan menyisir rambutnya dengan cepat......namun ketika dia asik menyisir rambut, tiba-tiba, suaminya menyergapnya dari belakang......"Nah kan sekarang ketahuan, dinda kupingnya lengkap dan subhanallah cantiknya".....sambil tergagap, dan meronta si ukh....' Masya Allah.....Subhanallah, Atagfirullah...dan ketika pelukan suaminya lepas, dia langsung mendaratkan pukulan keperut suaminya, cubitan dan jurus-jurus bela diri praktis bagi seorang istri....sambil ketawa, dan canda mereka berdua mulai merajut keharmonisan dan kemesraan suami istri....

.....di cut dulu yaa...nanti disambung lagi